Kisruh 8 Besar
Personal No Comments »Babak 8 Besar dimulai hari rabu kemarin tepatnya tanggal 16 januari 2008. pada hari itu pertandingan antara Arema vs Persiwa berakhir ricuh. Penyebabnya tak lain adalah kepemimpinan wasit dan asisten wasit (AW) yang sangat buruk. 3 gol arema dianulir. Juga banyak keputusan-keputusan wasit yang dipimpin Djajat Sudrajat yang merugikan kubu Arema. Hal ini yang menyebabkan para Aremania emosi dan “mengamuk” dalam tengah lapangan stadion brawijaya Kediri. Akibat tindakan itu, pertandingan terhenti di menit-70 dan akan dilanjutkan pada tanggal 21 januari 2008 di Gelora Delta Sidoarjo dikarenakan stadion Brawijaya Kediri rusak parah. Hasil kerusuhan tersebut mengakibatkan para Aremania dilarang melihat langsung ke seluruh stadion di Indonesia selama 3 tahun. Bukan hanya itu wasit Djajat sudrajat yang menjadi biang keladi kerusuhan tersebut di bebas tusaskan oleh BLI dan dikembalikan ke BWSI.
Bahkan hanya di kediri saja yang ricuh, pertandingan di stadionManahan Solo antara Persija melawan PersikKediri juga berakhir ricuh. Kali ini para pemain persija yang tidak puas dengan keputusan wasit yang mengesahkan gol kedua yang dicetak Cristian Gonzales dan keributan antar pemain,official,dan pelatih pun tak terhindarkan. Hal ini mengakibatkan pelatih persija Serge Nugrofic di larang melatih klub Indonesia selama 2 tahun.
Inilah gambaran betapa buruknya organisai persepakbolaan di indonesia. Persepak bolaan Indonesia tidak akan maju-maju jika kepemimpinan wasit seperti wasit yang memimpin jalannya pertandingan antara Arema melawan Persiwa. Semoga saja kualitas wasit di Indonesia jauh lebih baik dari saat ini demi majunya Persepak bolaan Indonesia. dan juga semoga para pengurus PSSI dan BLI dibukakan hatinya agar dapat membuat suatu liga yang profesional di Indonesia ini.
